Pages

2013-03-06

Ngomongin Anarki

Apa Itu Anarki?

Bukan, bukan! Anarki bukan seperti yang digambarkan televisi dan koran. Anarki bukan berarti kekerasan.

Anarki adalah pandangan politik dengan ciri khas menolak otoritas dan struktur hirarki dalam hubungan antar manusia. Oleh karena negara adalah salah satu bentuk otoritas, umumnya penganut anarki (baca: anarkis) juga menolak adanya negara, atau menerima negara dengan kekuasaan terbatas.

Anarki menempatkan individu sebagai satuan utama analisnya. Bersama dengan liberalisme dan eksistensialisme, anarkisme masuk dalam rumpun filosofi individualisme.
Anarki bermakna luas. Saking luasnya, antara satu jenis anarki dengan jenis anarki lain bisa sangat bertentangan. Mungkin karena sifat anarki itu sendiri yang anti-dogma, maka tidak ada satu kesepakatan dalam memaknai anarki.

Kesamaan Pemikiran Saya dengan Anarki

Ada pemikiran anarki yang sama dengan apa yang saya anut. Jauh sebelum saya mengerti apa itu anarki, hal-hal yang sama tersebut sudah saya terapkan dalam hidup saya.
Pemikiran anarki yang saya terima adalah kebebasan individu.  Bagi saya, anugerah terbesar dari Tuhan adalah kebebasan itu. Saya tidak mau diatur, saya juga tidak mau mengatur, kecuali dalam hal-hal tertentu yang sudah menjadi kesepakatan.

Penghargaan saya terhadap kebebasan individu ini, sepanjang yang saya ingat, sudah ada sejak saya kecil. Mungkin karena pengawasan orang tua yang terlalu ketat, saya menjadi sering memberontak dalam hati. 
Ketika memasuki usia remaja, dan merasa mendapat kebebasan, saya menjadi sangat sensitif apabila ada yang mencoba mengatur saya. Beruntung, orang tua bisa memahami dan memberikan kebebasan penuh atas tindakan-tindakan saya.

Dari situ barangkali, penghargaan saya terhadap kebebasan terkadang berlebihan di mata orang lain. Bagi saya, kebebasan adalah sesuatu yang mahal. Saya rela menyerahkan sebagian dari kebebasan saya, asalkan saya mendapat ganti suatu hal yang seimbang harganya di mata saya dengan kebebasan yang saya serahkan.

Saya Bukan Anarkis 

Saya bukan anarkis dan tidak menyebut diri anarkis. Pertama, karena saya tidak benar-benar paham anarkisme. Saya bahkan belum pernah baca buku dari para filsuf anarkis. Saya baru sedikit menekuni artikel-artikel tentang anarkisme dalam beberapa tahun terakhir saja. Tentu saja saya tidak mau menyebut diri dengan sesuatu yang belum utuh saya pahami.
Kedua, saya tidak benar-benar menganggap otoritas sebagai sesuatu yang jahat. Saya percaya dogma agama. Saya juga percaya otoritas ulama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar